Selanjutnya, curd dibiarkan tiris dengan sendirinya tanpa diperas, yakni ditempatkan pada kain cheese cloth yang sudah dicuci serta direbus. Lalu curd dicetak dalam wadah berlubang-lubang supaya sisa air bisa keluar dan atasnya diberi beban. Hal ini dilakukan sekitar satu jam, sehingga curd bisa mampat dan padat. Dengan proses pemadatan yang benar, halloumi akan berbentuk seperti tahu. Jika strukturnya buyar, bisa ditambah waktu dan beban pemadatan.
“Tahapan berikutnya, keju halloumi dipotong sesuai selera. Biasanya dipotong menjadi balok pipih dengan ketebalan antara 1,5 sampai dua sentimeter,” jelas Ines.
Disusul perebusan air sampai mendidih dan keju halloumi direbus selama satu menit. Saat perebusan perlu pembalikan satu kali agar pemanasan bisa rata. Kemudian ditiriskan sampai kesat dan segera menjalani proses fermentasi di dalam brine (campuran air mineral dan garam tak beryodium) selama dua sampai lima hari. Usai fermentasi, keju ini dapat disajikan bersama atau tanpa makanan lain dengan terlebih dahulu dipanggang di atas api langsung ataupun digoreng dengan minyak tipis.






