Untuk dijadikan lokasi wisata, memang perlu kajian mendalam baik dari sisi ketepatan, tingkat risiko, maupun hal lain yang berkaitan dengan keselamatan pengunjung. Karena itu pihaknya berharap pemerintah segera turun tangan untuk menangani lokasi bencana ini.
Di sekitar Luweng Blimbing sendiri sudah banyak dikembangkan objek wisata termasuk kawasan karst, Taman Karst Ngingrong dan Luweng Tumbul yang kini mulai banyak dikunjungi wisatawan. “Tidak jauh dari Luweng Blimbing, juga terdapat lokasi wisata menyusuri goa dan sungai bawah tanah Kalisuci dan Jomblang,” ucapnya.
Sementara di sepanjang bantaran Sungai Oya juga diusulkan masyarakat sekitar agar bisa dijadikan kawasan objek wisata ‘rafting’. Selama ini sebagian ruas Kali Oya memang sudah difungsikan untuk kegiatan ‘rafting’. Kondisi airnya diakui tidak selalu tenang terutama jika terjadi peningkatan intensitas curah hujan yang menyebabkan sungai banjir.
“Pemerintah diharapkan bisa memfasilitasi agar destinasi wisata di Gunungkidul bertambah dan bisa menaikkan pendapatan warga,” terang Suprapto, warga Kecamatan Karangmojo.






