Cuaca Ekstrem, Purnama dalam Ancaman

Selain itu, Matahari masih berada di belahan Bumi selatan sehingga temperaturnya relatif lebih tinggi daripada di belahan Bumi utara. Imbasnya, tekanan udara yang rendah di Samudra Hindia menarik aliran udara dingin dari arah belahan bumi utara, tepatnya di daratan Asia.Beberapa wilayah Indonesia bagian barat dan selatan akan dilewati aliran udara dingin baik dari Asia, Filipina, dan Samudera Hindia. “Ini memicu terjadinya angin dengan kecepatan yang tinggi di Aceh, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Papua Barat, dan Papua,” ujar dia.

Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Jogja Djoko Budiyono mengatakan angin kencang sudah banyak menerpa wilayah DIY daam beberapa hari terakhir. “Kecepatan angin khususnya di bagian selatan Jawa masih cukup signifikan,” kata dia.

Adapun BPBD Sleman melaporkan pada Minggu hingga Senin kemarin, sembilan pohon tumbang  menimpa rumah warga, memutus kabel listrik, dan menutup jalan. Kejadian di dua kabupaten itu dipicu hujan disertai angin kencang.

source

BACA JUGA:

Setelah 25 Tahun Ditemukan, Candi Kedulan Mulai Dipugar

Hingga 3 Februari 2018, Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Masih Berpotensi Terjadi

Slank Bikin Warung Kopi untuk Slankers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *