Selain jalan, pengelola juga akan membuat toilet yang aksesibel. Dimana pintu masuknya lebih lebar dibanding yang sekarang. Toilet tersebut akan dibangun di bawah dekat tempat parkir kendaraan roda empat. Jadi tidak lantas membongkar atau merenovasi toilet yang ada sekarang. Namun akan kita bangunan sendiri.
“Kami ingin Taman Tebing Breksi ini dapat dinikmati oleh semua kalangan. Termasuk pengunjung yang disabilitas. Kami juga siap menerima masukan terkait hal ini agar kedepan dapat lebih baik,” jelasnya.
Pembangunan toilet khusus penyandang disabilitas tersebut akan dibangun setelah pembuatan jalur difabel selesai. Dan ditargetkan bulan depan juga sudah siap dimanfaatkan oleh pengunjung.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tlatar Seneng Desa Sambirejo Mujimin mengapresiasi langkap pengelola Taman Tebing Breksi. Karena itu juga menjadi bagian dari Sapta Pesona, yakni ramah tamah.
“Tujuan dari ramah tamah itu khan menciptakan lingkungan yang ramah bagi berlangsungnya kegiatan kepariwisataan. Selain itu juga mampu menawarkan suasana yang akrab, bersahabat serta seperti di ‘rumah sendiri’ bagi wisatawan,” katanya.






